Seorang Warga Kibarkan Bendera Bulan Bintang di Polsek Samalanga

Bendera Bulan Bintang di Mapolsek Samalanga, Bireuen. Foto: Tangkapan layar.
Bendera Bulan Bintang di Mapolsek Samalanga, Bireuen. Foto: Tangkapan layar.

Viral muncul sebuah video yang memperlihatkan seorang warga mengibarkan bendera bulan bulan di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Samalanga, Bireuen. Peristiwa ini terjadi Jumat, 29 Maret 2024 kemarin.


Dalam video yang berdurasi tiga menit 24 detik tersebut, memperlihatkan seorang pria menggunakan pakaian berwarna serba army dan menggunakan topi tersebut mendatangi Mapolsek Samalanga menggunakan mobil berwarna hitam. 

Dalam video tersebut pria itu itu tampak kesal kepada Kapolsek Samalanga, AKP Soeharto karena diduga tidak menerima laporan warga dan mengacam akan ditembak. 

Video itu menunjukkan bendera yang memiliki gambar bulan dan bintang serta garis  hitam, putih dan lebih dominan warna merah itu dikibarkan tepat di pagar kantor polisi itu. Dalam video itu, saat mengibarkan bendera itu, pria berbaju army itu turut dibantu oleh seorang warga.

"Kapolsek Samalanga menolak laporan warga dan mengancam tembak," kata pria itu sambil mengikat bendera dipagar.

Kemudian, didalam video tersebut juga terlihat seorang laki-laki yang diduga seorang polisi. Kepada lelaki yang mengenakan kaos polisi tersebut, pria berbaju army itu menyebutkan laporan tersebut tidak diterima oleh Kapolsek.

"Hana diteurimong, kah kupegah awai kon, ban dua hana diteurimong, hana di deungo (Tidak diterima, sudah dari awal saya bilang, keduanya tidak diterima, tidak didengar)," katanya dalam bahasa Aceh. 

Sementara itu, Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko saat dikonfirmasi terkait video tersebut menyebutkan untuk mengkomunikasikan ke Humas Polres Bireuen.

"Silahkan ke humas," kata Jatmiko kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu, 30 Maret 2024.

Kemudian, Kantor Berita RMOLAceh berusaha mengonfirmasikan peristiwa tersebut ke Kasubsi PIDM Humas Polres Bireuen, Bripka Safwan Rizal. Terkait video tersebut Safwan mengatakan untuk dapat memberikan waktu terkait kasus tersebut.

"Baik, mohon waktu ya," sebutnya.