Sultan Abdullah Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia

Anwar Ibrahim. Foto: net.
Anwar Ibrahim. Foto: net.

Kebuntuan politik yang membelit Malaysia setelah pemilihan selesai, akhirnya menemukan titik terang setelah istana mengumumkan bahwa Anwar Ibrahim ditunjuk sebagai perdana menteri baru negara itu. Pemimpin oposisi veteran Malaysia itu akan dilantik oleh Raja Sultan Abdullah pada hari ini, Kamis, 24 November 2022 pukul 5 sore waktu setempat.


Raja Sultan Abdullah pada hari Kamis bertemu dengan keluarga kerajaan dari sembilan negara bagian untuk berkonsultasi dengan mereka mengenai kebuntuan. Penguasa negara turun temurun Malaysia, yang bergiliran sebagai raja negara itu setiap lima tahun di bawah sistem rotasi yang unik, itu sangat dihormati oleh mayoritas Melayu di negara itu sebagai penjaga Islam dan tradisi Melayu.

"Setelah mempertimbangkan pandangan Yang Mulia Penguasa Melayu, Yang Mulia telah memberikan persetujuan untuk menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia," demikian pernyataan yang dirilis istana, seperti seperti diberitakan sumber Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 24 November 2022.

Baik Anwar maupun mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin tidak memenangkan mayoritas sederhana yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Anwar, yang memenangkan bagian terbesar kursi dalam pemilihan yang berlangsung pada Sabtu, tidak memiliki cukup kursi sendiri untuk membentuk pemerintahan dan tidak jelas partai mana yang akan dia masuki untuk berkoalisi.

Anwar, 75 tahun, menjabat sebagai wakil perdana menteri negara Malaysia pada 1990-an, tetapi kemudian dia harus lengser atas kasus korupsi yang membelitnya di bawah kepemimpinan perdana menteri saat itu Mahathir Mohamad. Anwar menolak tuduhan itu dan mengatakan tuduhan itu bermuatan politik.