Tingkatkan Kapasitas Jaksa, Kejagung Lanjutkan Kerja Sama dengan Amerika Serikat

Pertemuan antara Kepala Badiklat Kejaksaan RI Tony T Spontana bertemu dengan Kiersten Van-Camp Horn, Training Participant Coordinator INL di Jakarta. Foto: Dokumentasi Kejagung.
Pertemuan antara Kepala Badiklat Kejaksaan RI Tony T Spontana bertemu dengan Kiersten Van-Camp Horn, Training Participant Coordinator INL di Jakarta. Foto: Dokumentasi Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, mengatakan kerja sama antara Kejaksaan Agung dengan The US Department of State’s International Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL) akan tetap dilanjutkan. Kerja sama ini dilanjutkan lewat pelatihan para jaksa di Indonesia. 


“Pada tahun ini, hubungan kerjasama akan tetap dilanjutkan dengan pelatihan dengan metode sama bagi siswa PPPJ Angkatan 79 Tahun 2022 yang direncanakan dibuka pada 11 Mei 2022,” kata Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Sabtu, 12 Maret 2022.

Kepastian ini didapat setelah Kepala Badiklat Kejaksaan RI Tony T Spontana bertemu dengan Kiersten Van-Camp Horn, Training Participant Coordinator INL di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas laporan hasil evaluasi pelaksanaan kerja sama antara Badiklat dengan INL dalam Pelatihan Bahasa Inggris Hukum (legal law) bagi siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Tahun 2021 yang lalu secara daring.

Kedua pihak, kata Ketut, menilai kerja sama yang dilakukan sejak 2019 itu berlangsung lancar dan baik. Ketut mengatakan pelatihan legal law digelar untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris bagi para siswa PPPJ, khususnya bahasa Inggris hukum.

Ketut mengatakan, lewat pelatihan ini, para jaksa dapat berpartisipasi dalam konferensi internasional. Pelatihan ini juga menjadi alat untuk mempersiapkan kompetensi jaksa dalam menangani perkara atau memberi bantuan hukum terkait dengan kejahatan berbahasa Inggris. 

Selain itu, kata Ketut, kerja sama ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara jaksa di Indonesia dengan aparat penegak hukum AS dalam memerangi kejahatan narkotika dan perdagangan manusia. 

Para siswa juga diberikan wawasan dengan beragam topik diantaranya mengenai hak wanita, pendampingan hukum internasional, arbitrasi internasional, praktik hak sipil, juga mengenai praktik peradilan di Amerika.

Materi pembelajaran, kata Ketut, dirancang agar para jaksa dapat meningkatkan kapasitas ke tingkat kecakapan menengah dengan kurikulum yang lebih panjang, tersebar, dan terpisah berdasarkan tingkat kemampuan bahasa Inggris pada siswa.