Tubuh Jurnalis Reuters Dimutilasi sebelum Dipulangkan ke India

Foto Danish Siddiqui yang tewas di Afganistan. Foto: net.
Foto Danish Siddiqui yang tewas di Afganistan. Foto: net.

Seorang jurnalis foto asal India, Danish Siddiqui, dibunuh saat meliput pertempuran antara pasukan Afghanistan dan Taliban di Provinsi Kandahar, Afganistan. Dia tewas dibunuh saat pasukan Taliban menyerbu distrik Spin Boldak, yang berada di perbatasan antara Afganistan dan Pakistan, pada pekan lalu.


Menurut jurnalis Afghanistan sekaligus CEO Afghan Orban Weekly, Ahmad Lodin, jasad Siddiqui mendapat perlakuan tak layak. Tubuhnya dimutilasi ketika dibawa ke RS Mirwais, Kandahar pada Jumat pekan lalu. 

Dikutip Sputnik pada Rabu (21/7), sumber pemerintah India juga mengonfirmasi bahwa mayat Siddiqui diserahkan oleh Taliban ke Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Siddiqui berada di Afghanistan selama hampir sebulan. Dia tiba di Kandahar sepekan sebelum insiden mematikan tersebut terjadi. Ia bergabung dengan Sediq Karzai, seorang komando Pasukan Khusus Afghanistan, ketika Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) berupaya untuk merebut kembali Spin Boldak dari Taliban.

Menurut Lodin, baik Siddiqui dan Karzai berada di dalam mobil ketika mereka berhenti di dekat daerah perbukitan. Saat itulah mereka disergap oleh Taliban. Keduanya tewas dalam serangan Taliban.

Sehari sebelumnya, Siddiqui memberitahukan Reuters bahwa dia terluka di lengan karena pecahan peluru ketika meliput bentrokan antara Taliban dan pasukan Afghanistan. Taliban sendiri menolak bertanggung jawab atas kematian Siddiqui.

"Pejuang kami tidak pernah memutilasi mayat. Itu bertentangan dengan aturan Islam. Dia telah bergabung dengan pasukan keamanan Administrasi Kabul dan datang ke lokasi pertempuran tanpa berkoordinasi dengan kami. Tidak ada yang tahu siapa dia," ujar juru bicara Taliban, Suhail Shaheen.

Jenazah Siddiqui dipulangkan ke India pada 18 Juli dan dimakamkan di Universitas Jamia Milia Islamia yang berbasis di New Delhi pada malam harinya.