Usai Diperiksa KPK, Edhy Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Tim Uji Tuntas

Edhy Prabowo di Gedung KPK. Foto: RMOL.
Edhy Prabowo di Gedung KPK. Foto: RMOL.

Bekas  Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan alasannya membentuk tim uji tuntas atau due dilligence untuk mengurusi proyek izin ekspor benih bening lobster (BBL). Hal ini disampaikan Edhy usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.


Edhy mengatakan ada dua alasan yang membuat dirinya membentuk tim uji tuntas dalam proyek ekspor benur. "Harusnya memang kalau kita lihat nomenklaturnya itu biar langsung saja dirjen-dirjen ambil alih," kata Edhy di Gedung KPK, seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin, 22 Februari 2021.

Edhi mengatakan Dirjen Tangkap dan Dirjen Budidaya tidak mau dengan alasan sibuk. Edhy mengaku memaklumi penolakan tersebut mengingat Dirjen Tangkap dan Dirjen Budidaya yang dimaksud merupakan bekas bawahan menteri sebelumnya, yaitu Susi Pudjiastuti.

"Mereka dirjen-dirjen dari menteri sebelumnya yang tetap saya gunakan, yang tetap saya pakai. Sehingga saya secara moral bisa memahami konflik emosionalnya. Karena enggak enak atau apanya, makanya diusulkanlah dari salah satu itu untuk bikin tim due dilligence," jelas Edhy.

Edhy menyebut pembentukan tim uji tuntas bukan merupakan usulannya melainkan hanya ingin menjalankan Peraturan Menteri (Permen) 12/2020 soal BBL.

Permen yang itu, kata Edhy, bukan atas dasar keinginan menteri, tapi keinginan masyarakat supaya permasalahan lobster yang selama ini tidak dibolehkan (diekspor) itu, yang selama ini rakyat yang nangkap malah ditangkap.

"Ini permintaan mereka yang sudah diajukan pemerintah, DPR, saya tindak lanjuti," kata Edhy. Villa yang disita oleh KPK itu berada di areal seluas dua hektare di Sukabumi, Jawa Barat.