Walhi Aceh Desak Medco Ditindak Tegas

Ilustrasi. Dok.
Ilustrasi. Dok.

Direktur Eksekutif  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, Muhammad Nur, mengatakan perlu dilakukan tindak tegas dan investagasi pada PT Medco. Karena dampak dari operasional perusahaan itu mengakibatkan warga celaka. 


“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait apa yang dimandatkan melalui dokumen amdal, dan apa yang dikerjakan, serta direview kembali,” kata Muhammad Nur kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin, 12 April 2021. 

Menurut M Nur, PT Medco harus di investagasi serius oleh lembaga teknis yang ada di Aceh. Hal tersebut untuk mengungkapkan penyebab utama yang mengakibatkan warga kercunan akibat gas yang dikeluarkan PT Medco. 

“Kegiatan tersebut meracuni warga terus menerus. Perlu ada rekomendasi perbaikan,” kata M Nur. 

Selain itu, kata M Nur, warga perlu bersikap. Jangan karena sudah menrima investasi boleh merusak tubuh dengan gas beracun yang dikeluarkan PT Medco. Warga, sebaiknya menuntut perbaikan tata Kelola dari PT Medco tersebut. 

Kalau dituntut perbaikan tata kelola, kata M Nur, harus bersikap tegas. Hal itu bisa ditemouh melalui jalur-jalur hukum. Walhi, kata dia, menunggu mandat warga setempat untuk menggugat PT Medco. 

M Nur mengatakan jika warga berspekulasi sulit. Maka harus ada upaya negoasiasi. Walaupun ada negosiasi, kata dia, tidak boleh dilakukan seperti transaksi illegal. 

“Tapi harus dilakukan perbaikan tata kelola, kalau kemudian dianggap tidak meganggu investasi,” kata M Nur. 

Walhi, kata M Nur, sudah mengingatkan sejak dari dulu mengenai hal tersebut. Terbukti kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Oleh karena itu, perlu di tindak tegas, di kaji secar menyeluruh, dan investigasi karena kejadian itu bukan karena alam tapi karna ada keterlibatan manusia. 

Menurut M Nur, warga harus menuntut PT Medco untuk bertanggung jawab agar difasilitasi pengobatan. Bahkan dari pada itu. 

“Harus lebih dari itu, wajib ganti rugi atas semua kesehatan terganggu. Wajib melakukan perbaikan tata kelola secara  teknologi dan sumber daya manusianya, serta lainnya,” kata M Nur. 

M Nur mengatakan jangan gara-gara investasi tersebut merusak tubuh warga. Walaupun dikatuhui adanya dukungan dari masyarakat kehadiran PT Medco, kata M Nur, tetapi harus ada tindak tegas dalam menyikapi setiap kejadian yang terulang setiap tahun yang dilakukan oleh PT Medco. 

Menurut M Nur, kejadian yang berulang merupakan ada unsur kesengajaan. Karena, kata dia, ketika sekali dianggap gagal tekhnologi, kedua kali bukan unsur tidak sengaja tapi disengaja. 

Bupati dan DPR kabupaten Aceh Timur, kata M Nur, harus tegas dalam menanggapi hal ini. Jangan karena bekerja sama, hal-hal yang mencelakakan warga dianggap hal biasa.