Yahdi Hasan: Besok Saya Dimintai Keterangan di Polda

Yahdi Hasan. Foto: RMOLaceh.
Yahdi Hasan. Foto: RMOLaceh.

Kepolisian Daerah Aceh memanggil enam anggota DPRA aktif untuk diperiksa terkait kasus beasiswa pemerintah Aceh tahun anggaran 2017.


Pemanggilan anggota DPRA itu tertuang dalam surat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh tanggal 29 April 2021 yang ditujukan kepada Ketua DPRA Aceh.

Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan, membenarkan bahwa dirinya juga ikut diminta keterangan oleh penyidik terkait kasus beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017.

"Dimintai keterangan oleh polisi terkait program Bantuan Beasiswa pada tahun 2017," kata Yahdi Hasan kepada Kantor Berita RMOL Aceh, Selasa, 4 Mei 2021 malam.

Yahdi mengatakan, baru menerima surat pemanggilan dari Polda Aceh. Dijadwalkan, Yahdi akan dimintai keterangan pada 5 Mei 2021 besok pukul 09.00 WIB.

"Ini baru ada surat pemanggilan untuk saya. Kebetulan saya di panggil ke Polda pada tanggal 05/05/2021 hari Rabu, jam 09.00 WIB. Besok saya ke Polda, dimintai keterangan," ujar Yahdi.

Yahdi menyampaikan, program bantuan bieasiswa tersebut adalah program yang bagus (Aceh Carong) dan targetnya pada saat itu adalah, mahasiswa/wi Aceh yang berprestasi, mahasiswa/wi korban konflik, mahasiswa/wi miskin, baik yang kuliah di dalam dan luar negeri.

"Saya salah satu Anggota DPRA sebagai pengusul program tersebut," ujarnya.

Menurut politikus Partai Aceh (PA) ini, sejumlah pengusul program bantuan beasiswa pada tahun 2017 yang sekarang sudah tidak menjabat sebagai anggota DPRA sudah dimintai keterangan pada 2-3 bulan yang lalu. 

"Kami yang (masih) menjabat minggu ini di mintai keterangan. Doakan semoga tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Yahdi.